Diguncang Gempa M 6,7, Sejumlah Gedung Kampus Untad Palu Mengalami Kerusakan
Sejumlah fasilitas dan gedung di Kampus Universitas Tadulako (Untad) Palu mengalami kerusakan akibat guncangan gempa M 6,7 pada Selasa siang.
Palu – Sejumlah bangunan di Kampus Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), dilaporkan mengalami kerusakan setelah gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa siang.
Berdasarkan data awal yang dihimpun pihak rektorat, kerusakan justru terjadi pada beberapa gedung yang sebelumnya telah selesai direhabilitasi dan direkonstruksi pascabencana akbar gempa, tsunami, dan likuefaksi pada 2018 silam.
"Hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan akibat gempa," kata Rektor Untad Prof. Amar dalam keterangan tertulis yang diterima di Palu, Selasa (16/6/2026).
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa gempa bumi tersebut terjadi pada Selasa pukul 11.27 WITA. Episenter gempa terletak pada koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT, atau tepatnya berjarak sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.
Prof. Amar mengemukakan, hasil identifikasi sementara yang dilakukan oleh Tim Barang Milik Negara (BMN) bersama tim teknis menunjukkan kerusakan bervariasi. Kuatnya guncangan menyebabkan retakan dinding, terkelupasnya material pelapis bangunan, kerusakan plafon, kerusakan sarana pembelajaran, hingga kaca-kaca yang pecah.
"Gedung Rektorat Untad yang telah direkonstruksi mengalami retakan dan material dinding terkelupas di beberapa bagian, termasuk kerusakan plafon. Keretakan juga ditemukan pada Gedung Media Center (GMC)," ujarnya.
Dampak kerusakan juga terlihat pada Gedung Auditorium Untad, di mana sebagian plafon runtuh dan fasilitas videotron mengalami gangguan operasional.
Kerusakan fasilitas lainnya ditemukan di Rumah Sakit (RS) Untad berupa retakan pada beberapa bagian non-struktural bangunan. Kondisi serupa terjadi di Fakultas Teknik yang melaporkan runtuhnya sebagian plafon, serta Gelanggang Mahasiswa yang mengalami keretakan di sejumlah titik dan kini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
"Asesmen teknis segera dilakukan menyeluruh, guna memastikan tingkat keamanan seluruh bangunan kampus," ucap Amar.
Ia menjelaskan bahwa hasil dari asesmen teknis tersebut nantinya akan menjadi dasar utama bagi pihak kampus dalam menentukan langkah tindak lanjut, demi menjamin keamanan dan keselamatan seluruh sivitas akademika.
Selain itu, evaluasi mendalam akan dilakukan terhadap program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pendidikan tinggi pascabencana agar ketahanan bangunan terhadap risiko kebencanaan di masa depan dapat terus ditingkatkan.
"Kami menyampaikan perkembangan hasil asesmen dan kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan akademik melalui kanal resmi Universitas Tadulako," kata Prof. Amar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

