BPBD Sigi Laporkan Dua Korban Meninggal Akibat Gempa M 6,7 di Sulteng
Penanganan dan distribusi bantuan bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Sigi oleh tim gabungan, Rabu (17/6/2026)(Foto: BPBD Sigi for TIMES Indonesia)

BPBD Sigi Laporkan Dua Korban Meninggal Akibat Gempa M 6,7 di Sulteng

BPBD Sigi mencatat jumlah penyintas dan kerusakan masih dalam proses verifikasi untuk ditetapkan sebagai data final.

TIMES Palu,Rabu 17 Juni 2026, 21:07 WIB
377
T
Thomas Aquino Windy Mahendra

SIGIBerdasarkan Laporan Khusus Pusdalops-PB BPBD Sigi per Rabu (17/6/2026) pukul 17.00 WITA, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (16/6/2026). 

Berdasarkan hasil analisis BMKG yang dicantumkan dalam laporan, episentrum gempa berada pada koordinat 1,03 LS dan 120,24 BT atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi terdampak. 

BPBD Sigi mencatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak dua jiwa. Sementara data jumlah penyintas dan kerusakan masih dalam proses verifikasi untuk ditetapkan sebagai data final.

Sebagian besar warga terdampak memilih mengungsi di pekarangan rumah masing-masing, sedangkan lainnya menumpang di rumah kerabat dan keluarga. 

Dalam penanganan darurat, BPBD Sigi telah mengaktifkan sistem komando dengan mendirikan Pos Komando di Kantor Pusdalops-PB BPBD Sigi di Desa Maku serta Pos Lapangan di Kecamatan Nokilalaki dan Kecamatan Palolo. 

Pemerintah daerah bersama berbagai unsur juga telah melakukan peninjauan ke lokasi terdampak. Kunjungan tersebut melibatkan Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Sigi, serta perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

article

Sejumlah upaya penanganan telah dilakukan, antara lain distribusi logistik bagi masyarakat terdampak, penyaluran air bersih di Desa Kamarora A dan Kamarora B, pelayanan kesehatan, pembersihan area pascagempa, serta kegiatan dukungan psikososial bagi warga. 

BPBD Sigi menyebut kebutuhan mendesak saat ini meliputi bahan bakar operasional, bahan bangunan, air bersih, tenda, selimut, kebutuhan bayi dan ibu hamil, tandon air, genset, sembako, dukungan psikososial, hingga peralatan kebersihan. 

Pada Rabu (17/6/2026), sebanyak 315 personel gabungan diterjunkan untuk mendukung penanganan di lapangan. Personel tersebut berasal dari BPBD Sigi, tim kesehatan, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Sosial, TNI, Polri, serta sejumlah lembaga kemanusiaan. 

BPBD Sigi menegaskan proses verifikasi data kerusakan dan penyintas masih terus dilakukan sembari melanjutkan distribusi bantuan dan penanganan bagi masyarakat terdampak gempa. 

Data korban, kerusakan, dan kebutuhan mendesak tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil verifikasi lanjutan BPBD Kabupaten Sigi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Thomas Aquino Windy Mahendra
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Palu, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.