Karhutla Melanda 20 Desa di Poso, Wabup Soeharto Ungkap Luas Kebakaran di Watutau
Wabup Poso Soeharto Kandar memaparkan penanganan karhutla di 20 desa pada 10 kecamatan. Rakor se-Sulteng mendorong sinergi lintas daerah untuk mencegah kebakaran meluas.
PALU – Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) se-Sulawesi Tengah yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (31/8/2026).
Rapat koordinasi tersebut digelar sebagai respons terhadap kondisi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi, sinergi, serta langkah penanganan secara terpadu guna mencegah meluasnya kejadian karhutla sekaligus mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.
Rapat dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, para Bupati/Wali Kota se-Sulawesi Tengah, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta pimpinan perangkat daerah dan instansi vertikal terkait lainnya.
Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar memaparkan kondisi terkini penanganan karhutla di Kabupaten Poso. Ia menyampaikan bahwa kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah titik yang tersebar di 20 desa pada 10 kecamatan di Kabupaten Poso.
"Sebagian besar titik kebakaran yang terjadi tergolong kecil, kecuali di Desa Watutau yang luas lahan terbakarnya mencapai sekitar 300 hektare," ungkap Wakil Bupati Poso.
Soeharto berharap seluruh stakeholder, baik pemerintah provinsi, kabupaten/kota, TNI-Polri, maupun instansi terkait lainnya dapat memperkuat sinergi dan bergerak cepat dalam menangani dampak karhutla.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu mencegah meluasnya titik kebakaran di wilayah Kabupaten Poso. Rakor ini diharapkan menghasilkan langkah konkret dan terpadu antar-daerah agar dampak kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Tengah dapat segera diminimalisasi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

