TIMES PALU, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Wahid mengatakan, seluruh petugas Haji tahun 2026 akan mendapatkan pembekalan sebelum bertugas menjadi pelayan tamu Allah SWT di Mekkah nanti.
Pembekalan itu khususnya terkait peningkatan kualitas pelayanan, perlindungan jamaah, serta pemahaman teknis operasional selama berada di Tanah Suci.
"Hal ini penting agar seluruh petugas mampu menjalankan tugasnya secara optimal," katanya di acara Pembukaan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (11/1/2026).
Politikus Partai Gerindra itu menyebut, tujuan utama dari pembekalan dan pembinaan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap para petugas agar mampu memberikan pelayanan yang efektif, efisien, dan profesional.
"Dengan demikian, kualitas pelayanan Haji Provinsi secara keseluruhan dapat meningkat serta para petugas memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan di lapangan," jelasnya.
Ia berharap, para petugas yang jumlahnya 4.000 lebih tersebut nantinya benar-benar menyadari bahwa mereka salah satu elemen yang akan menjadi penentu sukses dan tidaknya ibadah haji tersebut.
"Tim yang akan bertugas di Arab Saudi akan menilai kinerja dan dedikasi kalian. Keberhasilan dalam menjalankan tugas ini merupakan cerminan dari potensi dan tanggung jawab yang diemban," katanya.
Oleh karena itu, ia mengingatkan agar seluruh petugas tetap disiplin dan fokus pada tugas, dan tidak bekerja secara sembarangan.
"Petugas akan ditempatkan di berbagai lokasi, baik di sekitar Masjidil Haram, Arafah, Muzdalifah, maupun Mina. Identitas dan atribut petugas harus selalu dikenakan dengan jelas agar mudah dikenali oleh jamaah," ujarnya.
Diketahui, para petugas haji 2026 ini akan mendapatkan pola pendidikan dan latihan terpadu dengan pendekatan semi-militer selama 20 hari ke depan, dari tanggal 10 hingga 30 Januari 2026 nanti.
Para petugas haji 2026 akan mengikuti pola pelatihan intensif layaknya "masuk barak" untuk membentuk karakter, disiplin, kesiapan fisik dan mental pelayanan.
Pelatihan akan terfokus pada pembinaan jasmani sebagai faktor penunjang utama dengan kesehatan sebagai aspek yang paling fundamental.
Tahapan pelatihan meliputi jalan sehat, senam kebugaran, hingga latihan baris-berbaris, yang difokuskan untuk membentuk karakter dan disiplin petugas haji 2026. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: DPR Ingatkan Petugas Haji 2026 Tak Bekerja Sembarangan
| Pewarta | : Moh Ramli |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |