TIMES PALU, PACITAN – Lahan sekolah yang lama terbengkalai kini disulap menjadi 'apotek hidup'. Sebanyak 78 siswa kelas VII SMPN 2 Tegalombo, Kabupaten Pacitan mulai menggarap taman Tanaman Obat Keluarga (Toga) di lingkungan sekolah, Senin (5/1/2026).
Sejak pagi, para siswa turun langsung membersihkan dan menyiapkan lahan yang sebelumnya gersang. Kegiatan ini menjadi langkah awal sekolah dalam menghijaukan lingkungan sekaligus menghadirkan ruang belajar berbasis alam.
Program tersebut digagas oleh Jarwanto, guru Bahasa Jawa SMPN 2 Tegalombo. Ia menyebut taman Toga tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga sarana mengenalkan kearifan lokal kepada siswa.
“Anak-anak selama ini tahu jamu atau tanaman obat hanya dari cerita dan buku. Lewat kegiatan ini, mereka belajar langsung cara menanam dan merawatnya,” kata Jarwanto di sela pendampingan siswa.
Dukungan datang dari pihak sekolah. Kepala SMPN 2 Tegalombo, Subroto, menilai pemanfaatan lahan tidur menjadi taman Toga merupakan langkah sederhana namun berdampak nyata.
“Daripada dibiarkan kosong, sekarang lahan ini punya fungsi edukatif. Antusiasme siswa juga tinggi, kerja bakti jadi terasa ringan dan cepat selesai,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Mereka melakukan pembersihan lahan, penggemburan tanah, hingga penataan area tanam. Sejumlah tanaman obat seperti jahe, kunyit, temulawak, dan kencur sudah dipetakan untuk ditanam.
Sekolah berencana melanjutkan tahap penanaman dalam waktu dekat.
Ke depan, taman Toga ini diharapkan menjadi laboratorium alam yang bisa dimanfaatkan seluruh warga sekolah, baik untuk pembelajaran maupun pengenalan kemandirian kesehatan sejak dini. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Sulap Lahan Tidur Jadi Apotek Hidup, SMPN 2 Tegalombo Pacitan Garap Taman Toga
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |